Minggu, 01 Maret 2020

Sejarah Radio




   Radio adalah buah perkebmangan tekonologi yang memugkinkan suara ditransmisikan serempak melaluli gelombang udara. Tahun 1896, Guglielmo Marconi menciptakan Wireless Telegraph yan menggunakan gelombang radio untuk membawa pesan dalam bentuk kode Morse. Marconi lantas mendiirkan perusahan pengirim pesan kedatangan dan keberangkatan kapal.Tragedi tenggelamnya kapal Titanic menjadikan radio memiliki potensi lain yakni radio sebagai pembawa pesan penting. Setelah kejadian kapal Titanic itu banyak sekali kejadian-kejadian lain yang menggunakan radio sebagai pengirim pesan. Kemudian AS ikut turun tangan dalam perkembangan radio, selain karena mereka merupakan negara adigdaya yang kaya akan teknologi, mereka juga mulai mensebarluaskan penggunaan radio. Sepanjang Perang Dunia I, gelombang radio berada dibawah kontrol AS. Setelah perang berakhir barulah radio beralih kekuasaan dari militer kemudian digunakan utuk publik sipil.
  Pada awalnya, radio memang menyiarkan apa saja yang terpikirkan ornag untuk disampaikan kepada massa dalam waktu serempak dan sesinggkat-singkatnya. Seiring berjalanya waktu kemudian format radio menjadi bermacam-macam. Format radio yang pertama adalah format clock, format ini mencampurkan unsur jurnalisme, narasi penyiar, siklus musik, termin iklan, promo radio dan promo program. Format Clock membedakan aktivitas pagi, siang dan malam. Format ini membedakan konten radio sehingga pendengar bisa memilih konten menurut lifestyle mereka.
   Talk Show Radio baru dimulai pada era dekade 1930an, ketika sebuah program bernama Grand Ole Opry mulai disiarkan di WSM di Nashville. Musik tidak lagi menjadi atraksi utama. Dalam acara ini mereka mengkombinasikan musik dan gosip hangat mengenai pengadilan sebagai menu utama.
    Kemudian saat era TV muncul, format sebelumnya sudah tak lagi digunakan. Kemudian munculah McLendon yang dijuluki si jenius format, ia menciptakan format “Top 40” yaitu format yang didedikasian untuk memutar musik populer. Kemudian Lendon meciptakan formal all-ads dan all news. Kedua format itu berikan tentang berita dan dunia periklanan. Seiring berjalanya warku format radiopun berkembang menjadi banyak. Acara musikpun menjadi beragam dan menetukan kontenya berdasarkan genre tertentu.
  Sejak awal kemunculanya, radio pernah menjadi besar sama halnya dengan industri TV. Bahkan radio disebut sebagai kekuatan kelima setelah koran. Pada tahun 1930an, radio-radio di Amerika Serikat sudah memiliki studio sendiri sehingga banyak musisi yang menggunakan radio sebagai sarana live concert.
Pada tahun 1877 Strauubhar dan La Rose memulai pembabakan di dunia radio sebagaii berikut:
1877 Edison memperkenalkan Speaking Phonograph
1896 Marconi mengembangkan radio dan menjadikan radio dunia bism\nis.
1906 De Forest menemukan tabung vakuum, disempurnakan oleh Howard Amstrong
1920 Frank Conrad mengawali siaran di KDKA Pittsburg
1926 RCA mengawali NBC Radio Network; AT&T menerjuni dunia penyiaran
1933 Howard Amstrong mengembangkan gelombang FM
1934 Pendirian Federal Communication Commission di Amerika Serikat
1949 Dimulai Radio DJ
1950-an Transitor ditemukan, disusul intergrated circuitt, menggatikan tabung-tabung radio elektronik. Radio mungil dan cantik mulai menguasai insdustri
1970 Stasiun FM meningkat, menjadi stereo, membidik khalayak tersegmen
1996 Undang-Undang telekomunikasi memicu meger radio
1997 Radio berbasis digital pertama mulai on air di Eropa. Di Amerika Digital Audio Broadcasting baru mulai diperkenalkan
2000 Situs internet Napster mulai diperintah mengakhiri pembagian arsip tanpa izin
2002 Stasiun radio berbasis web setuju memberikan proporsi pendapatanya untuk musisi dan label musik yang telah memiliki hak copyright atau hak cipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar